Bahan RIB adalah jenis kain rajut elastis yang digunakan untuk melengkapi bagian leher atau lengan kaos. RIB juga sama dengan kain lainnya, memiliki jenis dan warna yang beragam dan biasanya warna RIB sama dengan body kain karena RIB merupakan pasangan dari kain, selain itu warna RIB sendiri biasanya cenderung lebih tua di bandingkan warna kain bodynya sendiri. Jadi jangan heran jika anda mendapatkan warna yang cenderung berbeda pada kain RIB yang Anda pesan.
RIB dapat dibuat menggunakan berbagai jenis bahan seperti katun / polyester / campuran polyester dan katun. Untuk kegunaannya sendiri, selain digunakan untuk bagian leher atau lengan pada kaos, RIB bisa digunakan juga untuk membuat sweater, manset atau kaos dalam karena bahannya yang elastis.
6. Cara Mencuci Kaos Dengan Benar
- Jika kaos memiliki label cara perawatan, baca baik-baik sebelum mencucinya. Pisahkan kaos yang akan dicuci berdasarkan warna dan tingkat kekotorannya. Pisahkan kaos berwarna putih dalam ember tersendiri, begitu juga jika kaos sangat kotor, pisahkan tersendiri agar kotoran tidak menyebar pada kaos yang tidak begitu kotor.
- Balik bagian kaos, bagian luar yang biasanya bergambar dibalik ke dalam, sedangkan bagian dalam menghadap keluar. Pencucian dengan posisi terbalik ini diperlukan agar bagian sablon tidak cepat rusak.
- Rendam kaos dalam air tanpa deterjen. Perendaman kurang lebih tiga puluh menit. Siapkan ember berisi air dengan larutan deterjen, usahakan gunakan deterjen yang lembut dan tidak terlalu keras karena dapat merusak warna.
- Cuci kaos satu persatu dengan cara memasukkan dalam ember berisi larutan deterjen. Kucek perlahan dengan lembut, terutama pada bagian kerah.
- Jika terdapat noda, jangan sekali-kali disikat. Cukup dikucek perlahan-lahan. Kaos memiliki bahan yang mudah melepaskan noda. Penyikatan akan membuat kaos kusut dan warnanya memudar.
- Bilas tiap kaos dengan air hingga bersih. Selesai membilas, peras dengan perlahan, tidak perlu memelintirnya hingga air habis. Memeras kaos dengan kuat akan menyulitkan proses penyetrikaan karena kaos menjadi kusut dengan garis-garis halus bekas proses pemerasan.
- Jemur pakaian pada tali jemuran dengan posisi terbalik. Jemur dengan cara biasa, tidak dijepit menggunakan penjepit jemuran ataupun digantung menggunakan hanger. Bahan kaos sangat elastis, bekas jepitan jemuran atau bekas gantungan hanger dapat meninggalkan jejak menonjol yang tidak rata mirip seperti bekas tarikan.
- Untuk hasil yang maksimal, setelah kering kaos disetrika dengan panas yang sesuai. Perhatikan juga bagian sablon, jangan sampai terkena setrika yang panas karena dapat lengket ataupun meleleh sehingga merusak gambar sablon.